Saturday, November 24, 2018

Jangan Mengkonsumsi Jahe

Ada beberapa kondisi yang justru menjadikan jahe berbahaya bagi kesehatan.


Jika kamu mengalami 1 dari 4 kondisi ini sebaiknya jangan pernah berani mengonsumsi jahe. Meski jahe menyehatkan, tapi tak bisa dikonsumsi begitu saja. Ada beberapa kondisi yang justru menjadikan jahe berbahaya bagi kesehatan.

4 kondisi yang membuat kamu tak boleh mengkonsumsi jahe.

 1. Orang yang kurus


Jahe mengandung serat yang tinggi dan mampu menyeimbangkan PH di perut.

Kandungan di dalamnya mampu merangsang enzim sekresi pencernaan serta mempercepat proses pembakaran lemak.

Akibatnya tubuh akan kehilangan nafsu makan, berada badan, massa otot, dan rambut.

Kondisi semacam ini tentu sangat buruk bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh terlalu kurus.

2. Kelainan darah


Jahe meningkatkan sirkulasi darah dan dianjurkan bagi mereka yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes, penyakit arteri perifer serta penyakit Raynaud.

Tapi bagi penderita hemofilia, sebaiknya jangan pernah mengkonsumsi jahe.

Hemofilia merupakan suatu kondisi di mana darah tidak dapat menggumpal.

Jahe akan membuat kondisi mereka semakin parah, karena kemampuannya menetralkan efek obat yang diresepkan untuk penyakit ini.

3. Hamil


Stimulan dalam jahe meningkatkan pencernaan dan memperkuat otot-otot.

Tapi, jahe tidak dianjurkan untuk wanita hamil, karena dapat menyebabkan kontraksi rahim dan persalinan prematur.

Meski pun beberapa menggunakannya untuk meringankan morning sickness, ibu hamil harus menghindari hal itu, terutama jika mereka berada di trimester ketiga kehamilan mereka.

Jahe juga mempengaruhi penyerapan zat besi dan vitamin yang larut dalam lemak.

4. Obat


Jangan gunakan jahe jika kamu akan mengkonsumsi obat resep untuk diabetes atau hipertensi.

Jahe mengubah efek insulin, beta-blocker, dan antikoagulan.

Kandungan di dalamnya bersifat sebagai pengencer darah alami, dan para ilmuwan telah menemukan jika hal itu juga menurunkan tekanan darah.

No comments:

Post a Comment